Mendengar berita dari beberapa media bahwa suku Asmat mengalami kesulitan air bersih, kami, warga BUDI DN (Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri), yang merupakan mahasiswa S2-S3 di UGM tak bisa tinggal diam. Kami melakukan beberapa kegiatan, demi mewujudkan keinginan kami membantu masyrakat Papua. Beasiswa BUDI DN merupakan bagian dari beasiswa yang dibiayai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dari Kementrian Keuangan, dengan bekerjasama dengan Kementrian RISTEK DIKTI. Kontribusi kami sebagai ilmuwan tentu sangat diharapkan untuk kelangsungan hidup masyarakat Papua.

 

Berbekal pengalaman beberapa awardee yang berasal dari Papua, kami mulai mewujudkan mimpi-mimpi itu. Mimpi mendapatkan air bersih. Berikut ini beberapa kegiatan yang dilakukan adalah :

KONTRIBUSI UNTUK NEGERI      
–          FGD tahap 1 7 februari 2018 Ruang Filsafat Nusantara Isu mengenai kasus gizi buruk Asmat dan permintaan air bersih untuk asmat membuat para awardee tergerak untuk berkontribusi pada negeri melalui lintas keilmuan untuk mengatasi hal tersebut.

Hasil FGD 7 Februari 2018

FGD grup eksakta

 

  1. Sumber daya manusia = contact keuskupan AGAT, tempat ibadah (masjid, gereja) di BLH Asmat (Pak Jack Morin), mahasiswa Papua UGM, mahasiswa S3 UGM (Petrus (F Kehutanan), Inneke, Utu (FEB))
  2. Sumber daya alam = *materi di share dari pak agus dan pak jack
  3. Target lokasi = di kota AGAT dan fasum (rumah sakit dan sekolah)
  4. Ruang lingkup = air baku untuk konsumsi minum, standar 10 lt per orang per hari
  5. Potensi air hujan yang bisa ditangkap 800-1000 lt per bulan
  6. Teknologi yang tersedia = filter air sungai/rawa, gabungan rain harvesting dan cloud catcher, embung (tampungan air hujan) dengan teknologi dan bahan yang tersedia di lapangan.
  7. SOP cara mengaplikasikan, memaintance, mengukur ketepatan teknologi
  8. Sumber dana : kitabisa.com, dikti, mata garuda
  9. Pada pelaksanaannya : dibatasi selama 1 tahun, berikutnya ke adik budi untuk melanjutkan program ini

 

FGD grup sosial budaya

  1. Dari filsafat, ekonomi, komunikasi
  2. Minim data tentang papua
  3. Opinion leader menjadi panutan (guru, misionaris, pendeta, kepala suku)
  4. Sinergitas antar kelembagaan
  5. Jangka panjang àBeasiswa untuk anak papua yang sekolah di Jawa (sebagai pioneer)
  6. Jangka pendek à mengadakan TOT mahasiswa UGM yang akan berangkat ke asmat
  7. Rekomendasi kepada LPM UGM untuk diberikan pelatihan kepada mhs KKN di papua dalam pengelolaan air bersih hasil desain teknik(minimal ada mhs asal papua)
  8. Relokasi suku asmat à tidak setuju
  9. Perubahan sosial à sense of belowing
  10. Metode experial learning (sekolah, rumah ibadah)
–          FGD tahap 2 dan Silaturahim dengan Awardee BUDI 2017 14 Februari 2018 Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pondok Cabe Resto Pemikiran tersebut sejalan dan didampingi oleh pak Rachmawan Budiarto yaitu sekretaris Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat. acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama tim kontribusi untuk negeri di Pondok Cabe Bistro
–          Pembuatan prototype alat dan uji coba 1 13 februari 2018 Halaman Fakultas MIPA Uji coba alat
–          Pembuatan Protopite alat dan uji coba 2 15 februari 2018 Laboratorium Jackson Morin Uji coba alat
–          FGD tahap 3 bersama Mata Garuda Papua 20 februari 2018 Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat Kordinasi dengan para mata garuda dan pak Rachmawan
–          Prototype alat dan Uji Coba 3 1 Maret  2018 Laboratorium Jackson Morin  
–          Penyerahan Alat ke UGM 12 April 2018 DPkM Alat diterima secara simbolis oleh Direktur Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, yaitu Prof Irvan. Belaiu berjanji bahwa alat ini akan dibawa bersama mahasiswa KKN UGM di Asmat.
–          Pembuatan Proposal dan pengajuan hibah Teknologi Tepat Guna  

10 April 2018

DPkM Program Kontribusi Untuk Negeri mendapatkan bantuan dana dari para awardee dan KAS budi untuk pembuatan Alat hingga proses FGD dan produksi 25 Unit didapatkan dana dari program hibah Teknologi Tepat Guna UGM senilai 40 juta rupiah dengan dosen Pengusul adalah Pak Fadli dari Fakultas Teknik
–          FGD tahap 4 dengan mahasiswa KKM dan DPL Asmat 25 Juni 2018 DPkM Pemaparan cara kerja alat penyaring air kepada para mahasiswa yang akan KKN di Asmat.
–          FGD tahap 5 persiapan Pemberangkatan KKN UGM dan penyerahan alat 20 unit 5 Juli 2018 DPkM Alat telah sampai di Asmat dan diterima oleh Bupati Asmat.
–          Evaluasi    

 

 

 

 

https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/kontribusi-nyata-awardee-lpdp-menjernihkan-air-di-asmat/

https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/02/08/p3tc70409-krisis-air-bersih-jadi-masalah-terbesar-warga-asmat

https://finance.detik.com/infrastruktur/d-3857125/pupr-sumber-air-di-asmat-terbatas-dan-kualitasnya-jelek

https://nusantara.rmol.co/read/2018/02/23/327843/Duh,-Rakyat-Asmat-Masih-Kekurangan-Air-Bersih…-

 

It’s my turn!

Alhamdulillah sdh selesai mempresentasikan hasil peneilitian bersama teman2. Proyek penelitian yg singkat ini saya sebut sebagai proyek balas budi. Dulu, thn 2015, saya diajak kolaborasi menulis oleh bapak Nidjo Sandjojo. Pak nidjo ini secara pribadi saya tidak kenal, bahkan bertemu pun belum *i hope someday we will meet pak. Tapi, sejak paper kami terindeks scopus *waktu itu blm jaman scopus2an kayaknya*, dan telah disitasi bbrp orang, saya merasa bahagia krn hasil karya kami bermanfaat bagi org lain. Rasa percaya diri saya meningkat, dan saya mulai berani menulis jurnal dan conference bertaraf internasional.

Saya membalas budi pak nidjo dengan menuliskan paper kami di seminar nasional. Dan saya meneruskan semangat beliau dengan kolaborasi menulis. Sangat menginspirasi.

Sejak saat itu saya berpikir, kalau dosen senior mau mengajak rekan yuniornya utk berkolaborasi menulis, maka banyak dampak positif yang akan didapatkan. Setidaknya, ada pengalaman menulis, pengalaman kerjasama, pengalaman punya scopus id *yg terakhir mungkin bonus ya, jgn dijadikan tujuan utama*.

So, saya mengajak teman2 kolaborasi dan direspon oleh Rima Dias RamadhaniAgus PriyantoDwi Januarita AK dan Danny Kurnianto. Mereka kebanyakan memang blm punya banyak pengalaman menulis paper berbahasa inggris, atau bisa jadi ini pengalaman pertamanya. Saya harap someday, mereka akan mengajak rekan2 dosen lain utk menulis, dan mudah2an jd penyemangat utk menjadi pribadi yg selalu ingin belajar.

Amin…
Krabi, Thailand
21 Maret 2018