Lampu lalu lintasĀ 

 

Interaksi manusia dan komputer terdiri dari komponen manusia, komputer dan interface. Dalam komponen manusia, terdapat dua komponen, yaitu sensors dan responders. Sensor pada manusia diwakili oleh lima indera manusia klasik adalah penglihatan, pendengaran, rasa, penciuman, dan sentuhan. Masing-masing membawa sifat fisik lingkungan yang jelas berbeda bagi manusia. Salah satu fitur yang dibagi indra adalah penerimaan dan konversi menjadi sinyal saraf listrik dari fenomena fisik seperti gelombang suara, sinar cahaya, rasa, bau, dan kontak fisik. Sinyal ditransmisikan ke otak untuk diproses. Stimulus sensorik dan organ indera murni bersifat fisiologis. Persepsi, yang akan dibahas nanti, mencakup penginderaan rangsangan dan penggunaan otak untuk mengembangkan identifikasi, kesadaran, dan pemahaman tentang apa yang dirasakan. Kita mulai dengan yang pertama dari panca indera yang paling penting : penglihatan.

 

Lalu, mengapa lampu lalu lintas berwarna merah, kuning dan hijau?

Dalam spektrum warna, panjang gelombang merah adalah 620-750 nm, kuning adalah 570-590 nm, hijau adalah 495-470 nm, dan biru adalah 450-495 nm. Fungsi utama cahaya tampak adalah untuk membuat benda-benda di sekitarnya terlihat.

Mata manusia normal umumnya dapat melihat cahaya tampak pada panjang gelombang 400-700 nm, tetapi sensitivitas mata yang disesuaikan dengan warna cahaya yang berbeda berada dalam kisaran hijau pada panjang gelombang 555 nm. Dengan demikian, warna merah, kuning, dan hijau memiliki nilai panjang gelombang yang lebih tinggi dari warna lain, dan mata manusia peka terhadap ketiga warna tersebut.

Panjang gelombang memiliki inverse/kebalikan terhadap frekuensi yang artinya memiliki hubungan timbal balik. Semakin besar nilai panjang gelombang maka nilai frekuensi semakin kecil. Sebaliknya panjang gelombang memiliki hubungan sebanding dengan kecepatan, sehingga warna yang memiliki panjang gelombang yang lebih besar. Dengan demikian warna tersebut akan lebih cepat sampai dan diproses otak melalui mata sehingga tubuh manusia menjadi lebih peka pada ketiga warna tersebut. Para pengendara dapat melihat warna-warna tersebut meskipun dari kejauhan, terutama warna merah. Ingat rumus panjang gelombang dan kecepatan :

lambda=v/f, v=kecepatan, lambda=panjang gelombang, f=frekuensi

Warna adalah alat yang ampuh yang digunakan orang untuk berkomunikasi, merangsang tindakan, memengaruhi suasana hati, dan bahkan mengubah perilaku. Hal ini dapat memengaruhi kinerja dan perilaku konsumen kita, meningkatkan nafsu makan, menyebabkan kecemasan, atau, sebaliknya, menenangkan emosi. Namun, sementara beberapa warna membangkitkan asosiasi universal, orang mungkin masih bereaksi berbeda karena ingatan, budaya, dan lingkungan mereka saat ini. Memahami konotasi warna yang berbeda akan membantu kita lebih berhati-hati saat memilih warna untuk proyek desain tampilan pengguna, kampanye pemasaran, warna cat ruang tamu, atau bahkan mobil baru.

 

Sumber :

S. MacKenzie, Human-Computer Interaction, An Empirical Research Prespective. USA: Elsevier, 2013.

https://app.uxcel.com/courses/color-psychology-for-designers/how-does-color-affect-emotion-926

https://www.kompasiana.com/forando_dedeng_s/5a8a700bf13344768f68ddc2/alasan-warna-merah-kuning-hijau-sebagai-warna-lampu-umum