Hilangnya lapangan kerja di Indonesia

Dampak revolusi industri 4.0 di Indonesia antara lain hilangnya sekitar 23 juta pekerjaan, dan secara berangsur-angsur akan digantikan oleh mesin otomatis diperkirakan hingga tahun 2030. Sebagai gantinya, 27-46 juta pekerjaan baru lahir, dan 10 juta diantaranya belum pernah ada, bahkan kita tidak pernah kebayang sebelumnya. Meskipun ada kekhawatiran yang dapat dimengerti tentang apakah akan ada cukup pekerjaan bagi pekerja dengan adanya otomatisasi potensial, sejarah menunjukkan bahwa ketakutan tersebut mungkin tidak berdasar: seiring waktu, pasar tenaga kerja menyesuaikan dengan perubahan permintaan pekerja dari gangguan teknologi.
Dengan pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan investasi yang memadai, terdapat cukup banyak penciptaan lapangan kerja baru secara global untuk mengimbangi dampak otomatisasi. Namun, tantangan yang lebih besar adalah memastikan bahwa pekerja memiliki keterampilan dan dukungan yang diperlukan untuk transisi ke pekerjaan baru. Tugas dan tanggung jawab perguruan tinggi adalah menyiapkan skill dan kompetensi baru, dan setiap perguruan tinggi harus dapat berlari kencang sebelum kehilangan momentum. Bonus demografi 2045 di Indonesia akan sia-sia jika kita tidak cepat merespon keadaan ini. Seperti rumus fisika, dimana momentum=massa x kecepatan, maka siapa yang tidak cepat berubah, dia akan kehilangan momentum, hilang tergerus putaran roda zaman.
Purwokerto, 1 April 2021