“interaction elements”

 

Interaksi yang terjadi ketika manusia melakukan sebuah tugas menggunakan teknologi komputer biasanya berorientasi pada sebuah tujuan. Tujuan tersbut misalnya, mengirim email, membuat program, atau memasukkan posisi pada GPS, namun terkadang juga tidak ada tujuan khusus, seperti hanya menjelajahi web atau chating dengan teman. Pada intinya, ketika pengguna terlibat dalam sebuah aktivitas menggunakan teknologi komputasi, maka dapat dikatakan interaksi sedang berlangsung.

Sebelum komputer memasuki setiap aspek kehidupan manusia di rumah dan di tempat kerja, tampilan antar muka dan kontrol yang dilakukan manusia terbatas pada perangkat fisik dengan tujuan tunggal. Peralatan kontrol seperti saklar, kenop, tombol, kemudi, pegangan, tuas, dan sebagainya hadir melalui proses desain yang melibatkan teknik dan manufaktur (disebut hard-control). Kemunculan komputer kemudian mengubah cara manusia berinteraksi melalui antarmuka. Kelenturan tampilan melalui perangkat lunak menghadirkan kemungkinan tidak terbatas pada ruang fisik yang relatif kecil, hal inilah yang disebut soft-control. Adanya toolbar, scrollbar slider, combo box, dan beberapa tools lain pada perangkat lunak sebagian besar dimanipulasi oleh kontrol fisik (mouse dan keyboard).

Pergerakan mouse ke kiri dan ke kanan diikuti pula oleh pergerakan kursor pada layar yang memiliki pemetaan kongruen. Begitu pula jika mouse digerakkan maju, maka kursor akan bergerak ke atas, hal ini disebut spatial relationship dalam istilah IMK. Istilah lain dalam pergerakan mouse adalah control-display gain (CD gain). CD gain dihitung dengan membagi pergerakan mouse dan kursor. Jika mouse bergerak sebanyak 3 cm dan kursor bergerak 3 cm, maka CD gain yang didapat adalah 3/3=1. Jika kursor bergerak 6 cm, maka CD gain nya adalah 6/3=2. Pengguna dapat mengatur CD gain (pointer speed) dengan menggerakkan slider menjadi “slow” pada kontrol panel.

Tugas yang berhubungan dengan pengetikan dan pemosisian kursor pada umumnya terjadi secara interaktif dan responsible. Akan tetapi, kadangkala, kinerja manusia dan pengalaman interaksi terpengaruh saat umpan balik tertunda. Penundaan antara tindakan masukan dan respons terkait pada tampilan disebut latency atau keterlambatan. Latency  biasa dihadapi pengguna saat berinteraksi dengan internet. Latency dapat disebabkan oleh properti perangkat masukan, perangkat keluaran, dan perangkat lunak. Mode komunikasi, konfigurasi jaringan, pengolah angka, dan perangkat lunak aplikasi semuanya berkontribusi padanya. Latency akan meningkat secara dramatis ketika keluaran memerlukan komputasi yang substansial untuk rendering grafis.

Demikian penjelasan mengenai interaction elements, semoga membantu

Purwokerto, Desember 2020