Devided attention and selected attention

“Virtual teaching will never replace the love, the laughs, the learning, the smiles on students’ faces. The quarantine isn’t a break for teachers and students; it’s a heartbreak 💔

 

 

Sisi positif di masa pandemi ini, banyak orang hebat sedekah ilmu. Ada yang berbayar (sering kali dengan diskon besar-besaran), ada pula yang digratiskan. Banyaknya event menarik tak jarang membuat kita menjadi sulit untuk memilih, apalagi jika acaranya berbarengan dengan kegiatan lain yang kita nilai cukup penting. Seseorang bisa saja membuka dua aplikasi berbeda untuk mengikuti berbagai kegiatan di dunia maya. Tapi, apa bisa?

Dalam ilmu interaksi manusia dan komputer, human performance, terutama soal human attention itu terbatas. Attention/atensi/perhatian, sering kali dibedakan menjadi dua: divided attention dan selected attention. Divided attention adalah proses konsentrasi dan mengerjakan tugas pada saat waktu. Texting sambil nyetir contohnya, dan efeknya sudah jelas (berbahaya!). Di dalam kasus lain, divided attention tidak punya masalah berarti, seperti saat berjalan sambil berbicara. Selected attention (atau biasa disebut focused attention) beda lagi. Perhatian terhadap satu tugas untuk mengabaikan yang lain. Contohnya, kita bisa bicara dengan teman kita di dalam ruangan yang sesak dan penuh kebisingan sambil mengabaikan obrolan orang asing. Tapi ini ada batasannya. Dalam percakapan tersebut kita kadang-kadang tidak dapat mengingat kata-kata yang baru saja diucapkan karena perhatian kita melayang atau ditarik oleh gangguan (MacKenzie. 2013. hlm 64).

Selected attention, adalah kemampuan manusia untuk mengabaikan peristiwa-peristiwa asing dan untuk mempertahankan fokus pada tugas penting. Satu teori perhatian selektif menyatakan bahwa kemampuan kita untuk menghadiri secara selektif suatu keadaan yang memiliki nilai penting bagi individu. Seseorang yang mendengarkan pidato kemungkinan akan berhenti mendengarkan jika nama orang tersebut diucapkandari lokasi lain (Keele, 1973, hlm. 140). Nama seseorang sendiri secara intrinsik penting dan cenderung mengganggu kemampuan untuk menghadiri pidato secara selektif. Jelas, kepentingan itu subjektif.

Wickens memberikan contoh kecelakaan pesawat terbang di mana penerbangan kru disibukkan dengan kerusakan di kokpit yang tidak ada kaitannya dengan keselamatan penerbangan (Wickens, 1987, hlm. 249).

Lalu bagaimana dengan kita? Bisakah kita hadir di dua zoom meeting dan mendapatkan ilmu dari narasumber? Alih-alih menginginkan keduanya, justru kita mungkin malah tidak dapat apa-apa (kecuali kita hadir, untuk diam-diam merekam, dan menontonnya kembali suatu saat nanti, tapi penyelenggara webinar yang diadakan tidak ingin acaranya adem ayem karena pentontonnya sibuk dengan webinar lain kan? Mereka pasti juga butuh feedback untuk acara tersebut). So, be wise, don’t be greedy, jangan mentang-mentang gratis, lalu kita ngikut semua webinar tersebut. Pandailah memilih, jangan sampai kita sudah dapat sertifikat, begitu ditanya, isinya apa, bisa kasih resumenya? Jawabannya “gak tau”.

Purwokerto, 3 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *