Mengukur pengalaman pengguna

Easy is hard. (Peter Lewis)

Pengalaman pengguna (user experience ~ UX) memiliki 3 karakteristik utama, yaitu 1) adanya keterlibatan seorang pengguna, 2) adanya interaksi dengan produk, sistem, atau apa pun yang berhubungan dengan antarmuka, 3) pengalaman pengguna dapat diamati atau diukur. Ukuran UX mengungkapkan sesuatu tentang interaksi antara pengguna dan produk (dalam ISO / IEC 9126-4 disebut usability metric) terdiri dari beberapa aspek efektivitas (mampu menyelesaikan tugas),
efisiensi (jumlah upaya yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas), atau kepuasan (sejauh mana pengguna senang dengan pengalamannya saat melakukan tugas).

 

Efektivitas

Completion Rate

Efektivitas dapat dihitung dengan mengukur tingkat penyelesaian tugas. Disebut sebagai ukuran usability dasar, tingkat penyelesaian dihitung dengan menetapkan nilai biner ‘1’ jika peserta tes berhasil menyelesaikan tugas dan ‘0’ jika dia tidak. Efektivitas dengan demikian dapat direpresentasikan sebagai persentase dengan menggunakan persamaan sederhana ini:

Efektifitas = jumlah task yang selesai/komplit dikerjakan dibagi dengan total task yang diambil dikali 100%.

 

Number of Error

Pengukuran lain melibatkan penghitungan jumlah kesalahan yang dilakukan peserta saat mencoba menyelesaikan tugas. Kesalahan dapat berupa tindakan yang tidak disengaja, kesalahan, kesalahan atau kelalaian yang dilakukan pengguna saat mencoba tugas. Anda sebaiknya memberikan deskripsi singkat, peringkat keparahan dan mengklasifikasikan setiap kesalahan di bawah kategori masing-masing.

Berdasarkan analisis 719 tugas yang dilakukan menggunakan perangkat lunak konsumen dan bisnis, Jeff Sauro menyimpulkan bahwa jumlah rata-rata kesalahan per tugas adalah 0,7, dengan 2 dari setiap 3 pengguna membuat kesalahan. Hanya 10% dari tugas yang diamati dilakukan tanpa kesalahan, sehingga mengarah pada kesimpulan bahwa sangat normal bagi pengguna untuk membuat kesalahan saat melakukan tugas.

 

Efisiensi

Time base efficiency

Efisiensi berdasarkan waktu pengerjaan tugas memiliki satuan goals/sec.

dimana,

N = The total number of tasks (goals)
R = The number of users
nij = The result of task i by user j; if the user successfully completes the task, then Nij = 1, if not, then Nij = 0
tij = The time spent by user j to complete task i. If the task is not successfully completed, then time is measured till the moment the user quits the task

Overal task efficiency

Efisiensi relatif keseluruhan menggunakan rasio waktu yang diambil oleh pengguna yang berhasil menyelesaikan tugas dalam kaitannya dengan total waktu yang diambil oleh semua pengguna. Dengan demikian persamaan dapat direpresentasikan sebagai berikut:

 

Misalkan ada 4 pengguna yang menggunakan produk yang sama untuk mencoba melakukan tugas yang sama (1 tugas). 3 pengguna berhasil menyelesaikannya – masing-masing mengambil 1, 2 dan 3 detik. Pengguna keempat membutuhkan waktu 6 detik dan kemudian menyerah tanpa menyelesaikan tugas.
Mengambil persamaan di atas:
N = Jumlah total tugas = 1

R = Jumlah pengguna = 4
Pengguna 1: Nij = 1 dan Tij = 1

Pengguna 2: Nij = 1 dan Tij = 2

Pengguna 3: Nij = 1 dan Tij = 3

Pengguna 4: Nij = 0 dan Tij = 6

Maka nilai-nilai di atas dapat dihitung dengan hasil sbb :

Kepuasan

Task level satisfaction

Setelah pengguna mencoba suatu tugas (terlepas dari apakah mereka berhasil mencapai tujuannya atau tidak), mereka harus segera diberikan kuesioner untuk mengukur seberapa sulit tugas itu. Biasanya terdiri dari hingga 5 pertanyaan, kuesioner pasca tugas ini sering mengambil bentuk peringkat skala Likert dan tujuannya adalah untuk memberikan wawasan tentang kesulitan tugas seperti yang terlihat dari perspektif peserta. Kuesioner yang biasa digunakan adalah SEQ (Single Ease Question) yang hanya terdiri dari 1 pertanyaan : “secara umum, bagaimanakah penilaian pengguna terhadap sistem?”. Jawaban dari pertanyaan tersebut berupa skala likert 1-5 (semakin besar angkanya, semakin puas).

Test level satisfaction

Kepuasan Level Tes diukur dengan memberikan kuesioner yang diformalkan kepada setiap peserta tes pada akhir sesi tes. Ini berfungsi untuk mengukur kesan mereka terhadap keseluruhan kemudahan penggunaan sistem yang sedang diuji. Untuk tujuan ini, kuesioner berikut dapat digunakan (peringkat dalam urutan menaik dengan jumlah pertanyaan):

  1. SUS: Skala Kegunaan Sistem (10 pertanyaan) (biasa disebut quick and dirty test)
  2. SUPR-Q: Kuisioner Tingkat Pengalaman Pengalaman Standar untuk Pengguna (13 pertanyaan)
  3. CSUQ: Kuesioner Kegunaan Sistem Komputer (19 pertanyaan)
  4. QUIS: Kuisioner Untuk Kepuasan Interaksi Pengguna (24 pertanyaan)
  5. SUMI: Inventarisasi Pengukuran Kegunaan Perangkat Lunak (50 pertanyaan)

Demikian cara-cara mengukur user experience, semoga bermanfaat.

 

Purwokerto, 15 Juni 2020

Tenia Wahyuningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *