Gutenberg Principle

The eyes have one language everywhere-George Herbert

Mempelajari eye-tracking (pergerakan mata) memang menarik. Percobaan Yarbus mendemonstrasikan berbagai pola inspeksi untuk orang yang melihat adegan. Salah satu contohnya yaitu  menggunakan The Unexpected Visitor oleh pelukis Ilya Repin (1844–1930). Para peserta yang mengikuti percobaan diberi instruksi dan diminta untuk melihat pemandangan, ditunjukkan pada gambar (a) Gerakan mata (fiksasi dan saklet) direkam dan diplot untuk berbagai tugas. Hasil untuk satu peserta ditunjukkan pada Gambar (b) untuk tugas “mengingat posisi orang dan benda di ruangan” dan pada Gambar (c) untuk tugas “memperkirakan usia orang.” Yarbus menyediakan banyak diagram seperti pada gambar (b) dan (c) dengan analisis yang menunjukkan perbedaan di antara para peserta, serta perubahan pola tampilan dari waktu ke waktu dan untuk tampilan selanjutnya.

Yarbus・research on eye movements and vision 

(a) Scene. (b) Task: Remember the position of the people and objects in the room. (c) Task: Estimate the ages of the people. (Tatler et.al., 2010).

Percobaan Yarbus kemudian digunakan sebagai implikasi untuk desain halaman website. Misalnya, para pemasang iklan mungkin ingin tahu tentang pola tampilan dan bagaimana perbedaan laki-laki dan perempuan dalam melihat konten. Ada perbedaan gender dalam gerakan mata (Pan et al., 2004), tetapi masih harus dibuktikan bagaimana hasil eksperimen tingkat rendah dapat menginformasikan dan memandu desain.

Scanpath for a user locating content on a web page.

Prinsip Gutenberg adalah prinsip desain yang dikenal untuk menggambarkan gerakan umum mata ketika melihat desain di mana elemen didistribusikan secara merata. Ini juga dikenal sebagai Aturan Gutenberg atau pola pemrosesan Z.

Gutenberg Principle

Prinsip Gutenberg mengasumsikan ruang desain dibagi menjadi 4 kuadran yang sama. Kuadran aktif adalah kiri atas dan kanan bawah. Kuadran pasif adalah kiri bawah dan kanan atas. Kuadran atas adalah primer di bandingkan kuadran bawah. Pembaca kiri-ke-kanan (Bangsa Inggris, Spanyol, dll.) Secara alami pengguna memasuki ruang desain di kiri atas dan mengalir secara diagonal ke kanan bawah sebelum keluar dari desain. Ini adalah jalur perjalanan yang alami bagi mata. Hal ini mungkin dicerminkan pula pada pembaca kanan-ke-kiri (Bangsa Ibrani, Arab).

Pada dasarnya, setiap mata pengguna tidak dapat terus menerus berada pada satu posisi, tetapi, fokus dan perhatian utama berawal dari kiri atas dan berakhir pada kanan bawah. Oleh karena itu, para desainer biasanya meletakkan sesuatu hal yang penting pada bagian tersebut, misalkan logo perusahaan, tombol submit, atau iklan. Jadi desainer perlu menghadirkan scanpath yang tepat jika mereka ingin para pengguna tetap bertahan dalam desain. Hal ini berlaku pula pada media cetak, web, maupun user experience.

 

Purwokerto, 8 Maret 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *