From User Experience to Human Values (Summary from : Being Human, Part 3)

Teknologi berubah, manusia berubah dan masyarakat juga berubah. Semua terjadi sangat cepat dan massive. Apa yang dapat dilakukan komunitas HCI untuk campur tangan dan membantu?

Untuk mengenali cara penggunaan komputer yang berubah, sejumlah peneliti dan praktisi sudah mulai belajar mengenai “user experience” yang sebagian besar telah mendefinisikan kualitas subjektifnya. Mereka meneliti berbagai ekspresi pengguna seperti kesenangan, estetika, dan kepuasan, di satu sisi, kebosanan dan gangguan juga digambarkan dalam pengalaman ‘felt’ yang di dapat dari penggunaan komputer tersebut. Cara-cara ini membuat konsep “user experience” telah membuka banyak pintu dan kemungkinan baru untuk desain dan penelitian, terutama untuk cara kita memahami individu dan pengalaman individu.

Sebaliknya, “human values” memperluas gagasan tentang individu terhadap konsepsi tentang apa yang diinginkan dalam suatu budaya atau masyarakat. Nilai-nilai seperti privasi, kesehatan, kepemilikan, permainan yang adil dan keamanan semakin dimasukkan dalam desain teknologi di mana-mana. Anggota masyarakat memiliki pandangan mereka sendiri tentang nilai-nilai yang mereka inginkan. Paling sering nilai-nilai ini tidak dibuat eksplisit, namun mereka mengarahkan perilaku kita baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat.

Perubahan konsep dari user experience ke human values menjadikan riset di bidang HCI lebih menarik. Konsep desain untuk individu membuat manusia menjadi lebih terkoneksi dengan teknologi sesuai dengan style mereka yang unik. Oleh karena itu, perlu kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu untuk mewujudkannya, perlu pendidikan HCI pada generasi muda, perlu juga kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat dan peraturan-peraturannya.

Baca juga Part 2 : Transformations in Interaction

(TAMAT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *