Imajinasi adalah Koentji

Introduction

Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa teknologi yang dulu hanyalah sebuah imajinasi, sekarang benar-benar ada? Dulu, saat tahun 1980-an Fujiko F Fujio mengarang alat-alat canggih yang dibawa robot kucing doraemon dari abad 21 dan kita menganggap itu semua cuma “halu”, kini alat-alat itu muncul dan nyata adanya. Sebut saja satelit mata-mata pada serial doraemon, kini sudah ada google maps, konyaku penerjemah vs google translate, alat pembaca mimpi vs neurosky, dll. Semua kecanggihan teknologi ini, ada hubungannya dengan kecerdasan buatan atau artificial¬† intelligence. Lalu, apa pula bedanya kecerdasan buatan dengan kecerdasan komputasional?

Kecerdasan buatan dan kecerdasan komputasi memiliki tujuan jangka panjang yang serupa, yaitu mencapai kecerdasan umum, yaitu kecerdasan mesin yang dapat melakukan tugas intelektual apa pun yang dapat dilakukan manusia; namun ada perbedaan yang jelas di antara mereka. Menurut Bezdek (1994), Kecerdasan Komputasi adalah bagian dari Kecerdasan Buatan. Ada dua jenis kecerdasan mesin: yang buatan berdasarkan teknik komputasi keras (hard computing) dan yang komputasi berdasarkan metode komputasi lunak (soft computing), yang memungkinkan adaptasi ke banyak situasi.

Concept

Teknik komputasi keras bekerja mengikuti logika biner yaitu berdarkan dua nilai Boolean (benar atau salah, 0 atau 1) yang menjadi dasar komputer modern. Satu masalah dengan logika ini adalah bahwa bahasa alami kita tidak selalu dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam istilah absolut 0 dan 1. Teknik komputasi lunak, berdasarkan logika fuzzy dapat berguna di sini. Fuzzy lebih dekat dengan cara otak manusia bekerja dengan mengumpulkan data ke kebenaran parsial (Crisp / fuzzy systems), logika ini adalah salah satu aspek eksklusif utama CI.

Dalam prinsip yang sama logika fuzzy dan biner mengikuti sistem yang renyah dan fuzzy. Logika renyah (crisp) adalah bagian dari prinsip kecerdasan buatan dan terdiri dari salah satu elemen yang termasuk dalam set, atau tidak, sedangkan sistem fuzzy (CI) memungkinkan elemen untuk menjadi sebagian dalam set. Dengan mengikuti logika ini, setiap elemen dapat diberi tingkat keanggotaan (dari 0 hingga 1) dan tidak secara eksklusif salah satu dari 2 nilai ini.

Taxonomy yang diusulkan Engelbrecht (2007) mengenai kecerdasan komputasi terbagi menjadi 5, yaitu

  • Artificial Neural Network
  • Evolutionary Computation
  • Swarm Intelligence
  • Artificial Immune Systems
  • Fuzzy Systems

Application (go-jek/grab/uber)

Shortest path optimization

Saat penumpang melakukan permintaan melalui aplikasi go-jek atau transportasi online lain untuk diantarkan ke suatu tempat, maka secara otomatis aplikasi akan menentukan jarak terpendek dari titik awal ke tujuan. Algoritma pada aplikasi akan menghitung jarak yang paling tepat untuk efisiensi waktu dan biaya.

Best route optimization

Saat ini, banyak pedagang menjual barang melalui e-commerce. Pengiriman barang dilakukan melalui jasa pengiriman, seperti JNE, TIKI, POS Indonesia, dll. Dengan menentukan rute terbaik untuk mengirimkan barang pesanan pembeli, driver sebuah perusahaan jasa pengiriman akan merasa diuntungkan. Efisiensi biaya yang dibutuhkan untuk mengirimkan barang dari satu titik ke titik lain dengan hanya mengunjungi tiap titik satu kali disebut  sirkuit hamilton. Penyelesaiannya bisa menggunakan graf, algoritma genetik, dll.

Better or Worse?

Kecerdasan buatan dan kecerdasan komputasi memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan yaitu,

  1. Dapat menghemat biaya.
  2. Meningkatkan efisiensi.
  3. Mesin akan terus bekerja dan tidak beristirahat.
  4. Mesin tidak memiliki emosi.
  5. Mesin tidak bisa merasakan belas kasihan dan simpati
  6. Peningkatan masalah pengangguran dan keamanan kerja
  7. Risiko kehilangan data penting.
  8. Eksploitasi kecerdasan buatan

Jadi, bagaimana sudah siapkah Anda menghadapi kejutan-kejutan lain sebagai bentuk kemajuan teknologi?

Purwokerto, 5 November 2019

susu kental manis bendera kemasan kaleng

Siapa suka susu kental manis? Iyaaa, susu yang katanya hanya mengandung 5% susu itu looo… hehehe
.
Bagi penggemar susu kental manis, tentu tidak asing dengan brand susu bendera atau frisian flag. Dulu, sebelum tahun 2015, kemasan kaleng susu bendera cukup sulit di buka. Ibu2 pasti menggunakan ujung pisau untuk melubangi kedua sisinya saat akan menuangkan susu. Sampai di pasaran, dijual pula pisau khusus membuka kaleng jenis ini. Dan hal ini pasti merepotkan ya….
.
Sejak tahun 50-an sampai 2015 (sekitar 69 tahun), nampaknya produsen susu bendera tidak banyak berinovasi pada kemasan kaleng ini. Bagi mereka, mungkin kemasan seperti ini cukup memuaskan para penggemar susu. Akan tetapi, setelah 2015-an, tiba-tiba produsen susu mengadopsi kaleng coke/soda pada kemasannya, sehingga memudahkan para pelanggan saat akan menuangkan susu. Inovasi ini mungkin tidak tiba-tiba ya, mungkin juga mereka baru kepikiran, kalo membuka susu pakai ujung pisau itu ribet gaes.
.
Setelah muncul inovasi tutup kaleng dengan sekali klik, mereka berpikir kembali tentang bagaimana cara menyimpannya agar terhindar dari semut dan serangga lain yang ingin ikut mencicipi si susu kaleng. *biasanya sih para penggemar susu akan menutup dengan tutup gelas atau lepek, dan memasukkan kaleng ke dalam mangkuk berisi air. Akhirnya, tahun 2016-an muncul terobosan baru dalam kemasannya, tutup kaleng dari plastik, yang bisa di tutup dengan rapat setelah dibuka.
.
Inovasi yang lahir dari user experience, itulah usability. Hal ini terus menerus dilakukan, agar produk dapat digunakan semaksimal mungkin.

 

Purwokerto, 3 November 2019